Bulan Lahirmu Bisa Menggambarkan Potensi Penyakit yang Kamu Derita

Penelitiannya dilakukan intensif

Bulan Lahirmu Bisa Menggambarkan Potensi Penyakit yang Kamu Deritareference.com

Line IDN Times

Bulan kelahiranmu ternyata bisa terhubung dengan penyakit kronis apa yang berisiko kamu alami di masa mendatang. Itulah hasil yang ditemukan penelitian ini. Penelitian ini dipublikasi dalam jurnal ilmiah Medicina Clínica. Di dalamnya gak menyimpulkan hubungan sebab akibat, tapi ditemukan ada hubungan kuat yang mendasar. Seperti apa? baca selengkapnya di sini ya!

Tim peneliti menemukan teori ini setelah mempelajari lebih dari 29.000 partisipan.

d1-b9171c07c9690935362d53253b748114.jpgweknowyourdreams.com

Profesor Jose Antonio Quesada selaku peneliti studi ini memberi tahu The Telegraph bahwa mereka menemukan hubungan signifikan antara bulan kelahiran seseorang dengan munculnya berbagai penyakit kronis dan masalah kesehatan jangka panjang. Polanya ditemukan berbeda berdasarkan gender, yang bisa ditarik kesimpulan bahwa hubungan bulan lahir dengan penyakit itu lebih bisa berlaku pada pria daripada wanita.

Pria yang lahir di bulan September 3 kali lebih berisiko bermasalah thyroid-nya dibandingkan yang lahir di bulan Januari.

d2-571646898bd87df3e78eb8172a70ed9d.jpgclaimfame.com

Sedangkan wanita yang lahir di Bulan Juli lebih berisiko 27% mengalami tekanan darah tinggi.

Mereka juga menemukan bahwa pria yang lahir di bulan Juni, punya risiko lebih rendah 34% dalam mengalami depresi.

d3-9a5f1902d10b0867228da9a07b04c642.jpghuffingtonpost.com

Sedangkan wanita yang terlahir di bulan yang sama, 33% lebih rendah risikonya dalam mengalami migrain.

Baca Juga: Pertemanan Bisa Lebih Penting daripada Keluarga Seiring Kita Menua

Ini bukan penelitian pertama kali tentang hubungan antara waktu lahir seseorang dengan kondisi kesehatan mereka.

d4-cc40722961d4fe21645f1486d7b0e89a.jpgbreakingthecycles.com

Dari penyakit kronis seperti tumor otak sampai schizophrenia, sudah ada banyak publikasi ilmiah yang menemukan hubungan antara bulan kelahiran seseorang dengan risiko kesehatannya.

Walaupun ini contoh dari hubungan usia dengan penyakit, gak serta merta perlu dijadikan penentuan mutlak karena kita berbicara risiko, bukan pasti.

d5-f1a62c9e14f3e81faf61a9af5074ed0d.jpgjapantimes.co.jp

Para penelitinya menekankan bahwa studi ini bukan untuk menemukan hubungan sebab akibat. Ada banyak hal yang bisa mempengaruhi: misalnya gizi atau kondisi saat seseorang masih berupa janin. Eksposur terhadap antigen tertentu (misalnya pollen atau virus) atau level vitamin D yang berbeda bisa mempengaruhi kondisi di masa depan. Begitu pula dengan gaya hidup dan gizi yang didapatkan sepanjang hidup.

Hanya perlu digunakan sebagai kewaspadaan, karena penelitiannya perlu mencakup lebih banyak orang.

d6-c3255cf8676750bd09305342ef19eac2.jpgyahoo.com

Penelitian ini sebagaimana penelitian sebelum-sebelumnya bisa dikatakan masih terbatas. Karena partisipannya hanya mendekati 30.000 orang. Sehingga ini hanya perlu dijadikan kewaspadaan bagi para pembaca bahwa penyakit-penyakit tertentu itulah yang lebih berisiko mereka miliki. Sehingga mereka akan lebih menjaga diri darinya.

Tapi tenang aja, ada beberapa cara yang terbukti bisa mengurangi risiko penyakit kronis di kemudian hari kok.

d7-b2cd6669451940b02c6ab8f257003d21.JPGverywell.com

Utamanya adalah menjaga berat badan lewat olahraga rutin dan pola makan seimbang. Itu terbukti bisa mengurangi risiko penyakit kronis, misalnya seperti diabetes dan arthritis. Berhenti merokok juga bisa membawa banyak keuntungan dalam kesehatan, dari mengurangi risiko penyakit paru-paru sampai mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

d8-2929a561cbc53115749eb3a54e59325d.jpghuffingtonpost.com

Jadi, bukan berarti bulan kelahiran adalah sesuatu yang harus kita kontrol melalui KB atau program lain hanya gara-gara ini. Jangan terlalu mengatur bulan kelahiran hingga melakukan cara-cara yang berisiko. Namun sekedar mengetahui risiko akan "memaksa" kita menjaga diri dan hidup lebih sehat. Gak ada salahnya kan?

Baca Juga: 8 Alasan Ilmiah Kenapa Berjalan di Mall Baik untuk Kesehatanmu!

Read More
ARTIKEL REKOMENDASI