Beberapa hari ini, Indonesia digemparkan dengan serangan terorisme. Diawali dengan pengeboman 3 gereja di Surabaya, ledakan bom di Rusunawa Sidoarjo, beberapa kota di tanah air seperti digilir untuk diteror. 

Dari berbagai aksi tersebut, ada berbagai kesamaan. Selain berada dalam jaringan terorisme yang sama, persamaan lain adalah karena mereka menggunakan jenis bom yang sama, yaitu bom pipa berbahan Triacetontriperoxid atau TATP.

Seberapa berbahaya bom ini dan mengapa sampai disebut sebagai “The Mother of Satan”? Dilansir dari berbagai sumber, baca selengkapnya di sini!

1. Sangat sensitif namun mudah ditemukan di pasaran

Mengenal TATP, “The Mother of Satan” yang Guncang Surabaya-Sidoarjo domesticpreparedness.com

TATP juga biasa dikenal dengan nama peroxyacetone dan yang lebih umum sebagai acetone peroxide. Dilansir dari globalsecurity.org, bahan peledak ini biasa digunakan oleh kelompok militan negara-negara timur tengah dan sering digunakan oleh ISIS. Kelompok mereka menyebut bahan peledak ini sebagai “The Mother of Satan”. Salah satu penyebabnya adalah karena efeknya yang sangat merusak, tidak mudah terdeteksi, daya sensitivitas tinggi dan sayangnya bahan tersebut mudah didapatkan di pasaran.

Mengenal TATP, “The Mother of Satan” yang Guncang Surabaya-Sidoarjo DAHSYAT. Puing-puing berserakan pasca ledakan di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya. (IDN Times/Faiz Nashrillah)

Berdasarkan konferensi pers yang dilakukan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian Senin lalu (14/5), TATP dalam kasus pemboman Surabaya dan Sidoarjo dikemas dalam bentuk bom pipa. Bom tersebut sangat berbahaya karena bisa menimbulkan ledakan tak menentu karena daya sensitivitasnya yang sangat tinggi. Perbedaan suhu dan guncangan sedikit saja bisa membuat bom itu meledak, tanpa memerlukan detonator. Tidak heran dalam pembuatannya, ada beberapa kasus “senjata makan tuan”.

2. Efek ledakan yang ditimbulkan oleh TATP bisa lebih besar daripada TNT (TriNitroTroluene)

Mengenal TATP, “The Mother of Satan” yang Guncang Surabaya-Sidoarjo mic.com

Bahan peledak dibedakan atas daya ledaknya, yaitu tingkat tinggi dan rendah. Dilansir dari thefutureofthings.com, bahan peledak konvensional seperti TNT sering digunakan oleh angkatan militer banyak negara serta industri pertambangan. Baik TNT maupun TATP adalah golongan bahan peledak tingkat tinggi.

Mengenal TATP, “The Mother of Satan” yang Guncang Surabaya-Sidoarjo MENGEPUL. Asap tampak mengepul seusai ledakan bom terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS), Minggu 13 Mei 2018.  (Andy Pinaria/AFP)

Namun yang mengerikan, TATP yang mudah didapatkan itu bisa memiliki daya ledak 80% sampai lebih dari 100% daya ledak TNT, tergantung pengemasan dan pemicunya. Berdasarkan penelitian yang berjudul “The Forensic Analysis of Triacetone Triperoxide (TATP) Precursors and Synthetic by-products”, daya ledak TATP sangat mungkin ditingkatkan.

Baca juga: Sempat Membombardir Suriah, Ini Spesifikasi Keganasan Rudal Tomahawk

3. Serangan pengeboman oleh teroris menggunakan TATP sempat terjadi di beberapa negara dan sudah terjadi juga di Indonesia

Mengenal TATP, “The Mother of Satan” yang Guncang Surabaya-Sidoarjo chron.com

Dilansir dari Business Insider, bom sepatu di Paris menggunakan TATP di tahun 2001, termasuk serangan teroris di London tahun 2005 dan 2006, sama halnya dengan yang terjadi di University of Oklahoma di tahun 2005 dan kota Texas tahun 2006. Data ini didapatkan dari para peneliti khusus bahan peledak di Northeastern University. Sedangkan di Indonesia, salah satu kasus yang mencuat di media tentang terorisme menggunakan bom TATP adalah pengeboman berantai di Mal Alam Sutera oleh Leopard Wisnu Kumala (29) selama Juli - Oktober 2015.

Mengenal TATP, “The Mother of Satan” yang Guncang Surabaya-Sidoarjo businessinsider.com
Namun untuk TATP yang digunakan di dalam terorisme Surabaya dan Sidoarjo dibentuk dalam bom pipa. Kengerian bom pipa tidak hanya itu, karena juga mengunakan sharpnel. Sharpnel ini ditujukan untuk semakin efektif melukai target sasaran atau memperluas jangkauan dampak ledakan, umumnya dengan menggunakan paku. Di saat meledak, paku-paku yang berhamburan ini bisa melukai banyak orang yang tidak terkena efek ledakan TATP. Bom pipa ini sendiri merupakan bentuk inovasi yang dianggap lebih efektif daripada bom panci.

4. Segala reaksi yang berpotensi bisa muncul karena TATP membuatnya disebut juga sebagai bahan kimia dalam mimpi buruk

Mengenal TATP, “The Mother of Satan” yang Guncang Surabaya-Sidoarjo mdpi.com

Salah satu alasan TATP susah dideteksi adalah karena bahan ini tidak mengandung nitrogen, komponen kunci bom rakitan rumahan yang mudah dideteksi pemindai keamanan saat ini. Setiap molekul hanya mengandung hidrogen, oksigen dan karbon — beberapa senyawa umum di lingkungan — yang terbentuk dalam cincin. Pada 2005, sebuah penelitian menemukan bahwa ledakan TATP cenderung lebih pada tekanan udara luar biasa, bukan ledakan api. Ketika kristal bahan peledak ini mendapatkan pemicu yang cukup, setiap molekul padatnya secara instan terpecah menjadi empat macam molekul gas.

Mengenal TATP, “The Mother of Satan” yang Guncang Surabaya-Sidoarjo domesticpreparedness.com

Berbeda dengan bom berbasis nitrogen, bom TATP bisa dibuat dalam temperatur ruangan, tidak membutuhkan api atau pembakaran sama sekali. Yang mengerikan adalah banyaknya online training menyediakan cara dan tahap pembuatan bom menggunakan TATP. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan bahwa pihak kepolisian akan melakukan pembersihan online dari situs-situs dengan informasi mengkhawatirkan seperti itu.

Mengenal TATP, “The Mother of Satan” yang Guncang Surabaya-Sidoarjo itv.com

Dengan mengetahui betapa mengerikannya TATP sebagai The Mother of Satan, pastinya terbayang bagaimana dampak fisik yang ditimbulkan saat digunakan dalam aksi terorisme. Semoga terorisme terberantas bersih dari bumi Indonesia. Sampai hari itu tiba, #KamiTidakTakut #SuroboyoWani #IndonesiaTidakTakut

Baca juga: Tito Sebut Bom di Surabaya-Sidoarjo Menggunakan Peledak "Mother of Satan"