Banyak orang yang mengatakan bahwa bumi sudah tidak lagi layak huni di masa depan, salah satu di antaranya adalah ilmuwan terkemuka Stephen Hawking. Saat masih hidup, ia menyarankan manusia untuk segera bersiap diri pindah dari bumi.

Sejalan dengan pemikiran Stephen Hawking, NASA juga bermimpi untuk memindahkan kehidupan manusia ke planet lain, yaitu mars. Guna menguji kelayakan planet mars untuk menjadi hunian baru, NASA mengembangkan penelitian tentang kemungkinan manusia bereproduksi di luar planet bumi.

1. Proses pembuahan dilakukan di stasiun luar angkasa internasional

Guna Uji Reproduksi di Luar Angkasa, NASA Kirim Sperma Manusia ke ISSiflscience.com

Pada awal April lalu, NASA mengirim sperma manusia yang telah dibekukan ke luar angkasa dengan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Misi yang dinamai Micro-11 Mission ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan sel sperma di area tanpa gravitasi.

Di stasiun luar angkasa internasional, peneliti akan melakukan proses pembuahan menggunakan zat kimia (phosphorylation), melansir iflscience.com.

2. Eksperimen terhadap sperma sapi gagal

Guna Uji Reproduksi di Luar Angkasa, NASA Kirim Sperma Manusia ke ISSiflscience.com

Sebelumnya, NASA pernah mengirim sperma sapi ke luar angkasa, namun eksperimen dengan sperma sapi tersebut gagal. Proses aktivasi sperma sapi berlangsung lebih cepat di area microgravity, tetapi pada tahap uji berikutnya sperma berhenti berkembang. Nantinya, hasil eksperimen sperma sapi ini akan menjadi pembanding untuk eksperimen sperma manusia yang sedang berjalan.

3. Radiasi dan lama perjalanan ke luar angkasa disinyalir jadi hambatan terbesar

Guna Uji Reproduksi di Luar Angkasa, NASA Kirim Sperma Manusia ke ISSmlive.com

Setelah eksperimen terhadap sperma sapi gagal. Kali ini, NASA melakukan antisipasi agar kegagalan sebelumnya tidak terulang. NASA telah memetakan beberapa faktor penyebab kegagalan proses pembuahan di luar angkasa.

Pertama, ada kemungkinan bahwa lama waktu perjalanan dari bumi ke stasiun luar angkasa dapat berpengaruh terhadap kualitas sperma. Kedua, radiasi di luar angkasa mungkin akan berdampak negatif pada proses reproduksi manusia karena tingkat radiasi di stasiun luar angkasa internasional 100 kali lebih tinggi dibandingkan radiasi di bumi.

Kesuksesan proses pembuahan di stasiun luar angkasa internasional akan membuka peluang besar bagi manusia untuk bereproduksi di luar bumi. Jika eksperimen ini berhasil, maka cita-cita NASA untuk menciptakan kehidupan baru di mars semakin mendekati kenyataan.

#SainSeru: Bonus 500 poin untuk setiap 3 artikel science dan green environment!

Andes

The Second of Me

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.